PENGERTIAN HAKIKAT FILSAFAT ADMINISTRASI DAN TEORI X,Y dan Z
HAKIKAT
ADMINISTRASI
Pada umumnya hakikat administrasi adalah Mengarah kegiatan-kegiatan kita secara terus menerus menuju ketercapainya tujuan, dan mengendalikan sumber-sumber daya gerak-gerik pemanfaatan sesuai dengan peraturan-peraturan rencana-rencana kita .artinya hahikat adalah suatu kebenaran atau memang benar-benar ada .
Pada umumnya hakikat administrasi adalah Mengarah kegiatan-kegiatan kita secara terus menerus menuju ketercapainya tujuan, dan mengendalikan sumber-sumber daya gerak-gerik pemanfaatan sesuai dengan peraturan-peraturan rencana-rencana kita .artinya hahikat adalah suatu kebenaran atau memang benar-benar ada .
FILSAFAT
Filsafat administrasi merupakan penggabungan dari dua fenomena penting dalam kehidupan manusia, yaitu pengertian filsafat dan pengertian administrasi. Filsafat merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab, yang juga berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien: gemar,senag atau cinta dan sophia: kebijaksanaan/kreatif. Jadi, filsafat memiliki arti cinta kepada kebijakan kebijaksanaan.
Filsafat administrasi merupakan penggabungan dari dua fenomena penting dalam kehidupan manusia, yaitu pengertian filsafat dan pengertian administrasi. Filsafat merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab, yang juga berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien: gemar,senag atau cinta dan sophia: kebijaksanaan/kreatif. Jadi, filsafat memiliki arti cinta kepada kebijakan kebijaksanaan.
ADMINISTRASI
Administrasi berasal dari bahasa Latin: Ad = intensif dan ministrate =
melayani, membantu, memenuhi. Jadi, administrasi adalah kegiatan atau
usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di
dalam mencapai suatu tujuan. Filsafat administrasi bisa diartikan sebagai
rangkaian aktivitas pemikiran reflektif yang berusaha menentukan segi-segi
metafisik, epistemologis, metodologis, logis, etis, dan estetis dari kegiatan administrasi .
TEORI X dan
Y
Orang yang memilik sifat buruk
ditumbuhkan teori X, dan sehubungan dengan adaya orang yang memiliki sifat baik
diciptakan teori Y
Dan dapat dirumuskan”Teori X”
yaitu :
Di dalam
suatu organisasi para pekerja pada umumnya berusaha bekerja sedikit mungkin,
mereka tidak mempunyai ambisi untuk maju, tidak memiliki gairah untuk menemukan
cara kerja yang lebih baik, mereka pada umumnya kurang pandai, bekerja secara
pasif, senang menghasut, senang menipu diri sendiri, para pekerja melakukan
pekerjaan dengan mengutamakan imbalan materi, bekerja hanya berdasarkan
perintah, tidak pernah dapat mengemukakan gagasan baru, sering tidak masuk
kerja dengan berbagai alas an yang dicari-cari, senang memberikan laporan yang
tidak sesuai dengan kenyataan.
Maka
pengarahan yang seharusnya dilakukan adalah bersifat keras, hukuman banyak
dilakukan terhadap pelanggaran, pengontrolan harus dilakukan secara ketat,
dilakukan cara memimpin yang otoriter, sentralistis, tindakan tegas.
Hanya dengan jalan ini organisasi
dapat berjalan kearah pencapaian tujuan walaupun dengan susah payah.
Dan dapat dirumuskan“Teori Y” yaitu:
Di dalam
organisasi para pekerja pada umumnya senang bekerja, mereka merasakan kerja
sebagai hobi, bekerja dengan penuh keaktifan, rasa tanggung jawab yangbesar,
rajin disiplin, penuh rasa pengabdian, ada gairah untuk maju, selalu berusaha
menemukan cara kerja yang lebih baik, banyak gagasan baru dianjukan, para pekerja
lebih senang mengarahkan diri sendiri, mengontrol diri sendiri, sehingga
pengarahan yang dilakukan lebih bersifat mengikuti, pengontrolan longgar, cara
memimpin demokratis, banyak pelimpahan wewenang, banyak mengikut sertakan
bawahan dalam mengambil keputusan.
TEORI Z
Dan apabila semua
produktivitas akan meningkat yang melibatkan semua pekerja dalam kondisi kerja yang baik, maka
pengarahan yang dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori X dan teori
Y.
Pada hakikatnya seorang
pemimpin memang harus menggunakan cara halus, hanya sedikit mengontrol,
memerintah dengan sikap permintaan, saran ataupun sukarela, lebih bersifat
menanyakan atau lebih banyak menanya dari pada menegur, pada lain kesempatan seorang
pemimpin harus berani bertindak tegas, melakukan control secara ketat,
memberi perintah tegas, menyalahkan, dan
bahkan bila terpaksa harus berani menghukum sesuai dengan kesalahan yang dibuat
oleh bawahannya.
Baik secara halus maupun secara
tegas kedua-duanya dilandasi suatu harapan bahwa tujuan organisasi dapat
tercapai dengan baik.
DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
teori X ,Y dan Z ini dalam kehidupan terdapat orang yang
bersifat baik dan orang yang memiliki sifat buruk.Tetapi dalam kenyataannya
sebenarnya tidak ada orang yang baik mutlak demikian pula tidak ada orang yang
buruk mutlak.
Dengan kata lain tidak ada orang
yang memiliki sifat ekstrem. Pada umumnya orang akan memiliki sifat keduanya,contoh
orang yang memiliki sifat keduanya :
“disetiap kebaikan selalu saja ada kejelekan. Karena didalam kebaikan yang tidak dijalankan dengan amanah yang benar maka timbulnya kejelekan atau adanya kejelekan”.
“disetiap kebaikan selalu saja ada kejelekan. Karena didalam kebaikan yang tidak dijalankan dengan amanah yang benar maka timbulnya kejelekan atau adanya kejelekan”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar